Tips Memilih Murai Batu Bakalan

Murai Batu Bakalan Hasil Tangkaran

Murai Batu Bakalan Hasil Tangkaran

Agar lebih obyektif, saya akan mengutip beberapa tips dari penghobi murai batu di Indonesia.  Beberapa saat setelah saya menemukan di beberapa forum penghobi, saya mendapatkan ini:

Oleh: Ajiban

Murai batu merupakan salah satu burung yang ‘tenar’ dikalangan kicau mania alias penggemar burung berkicau. Hal ini dikarenakan kicauannya yang merdu, dan perilakunya yang aduhai saat ‘tarung’ dengan murai batu jantan yang lain. Dengan ekor panjang yang di kibas-kibaskan keatas kebawah diiringi kicauan yang merdu memang sangat memukau bagi para penggemar burung berkicau.

Ciri umum yang dimiliki oleh burung murai adalah ekornya yang panjang, bahkan lebih panjang dari badannya (jadi inget ikan cupang yang bisa gondrong gitu). Warna badan,kepala, sayap, paruh, dan ekor hitam mengkilap. Bulu dadanya berwarna coklat kemerahan. Banyak orang beranggapan bahwa burung murai yang paling baik adalah burung murai yang berasal dari sumatra, khususnya medan. Karena cerdas, dapat dilatih dengan variasai ocehan yang lebih banyak, kualitas suara yang lebih merdu, gaya bertarung yang ‘keren’. Ocehannya lebih bervariasi, kalo dalam bahasa kicau mania sering di sebut ngerol.

Murai relatif lebih mudah dipelihara jika dibandingkan dengan burung kicauan lain saingannya yaitu anis merah. Banyak orang memililih membeli murai bakalan (dalam arti tangkapan hutan, belum terlatih) yang kemudian merawatnya, karena harga yang relatif lebih murah jika dibandingkan dengan murai yang sudah ‘jadi’ alias sudah terawat, terlatih, dah siap dinikmati kicauannya. Tidak salah sih membeli murai bakalan, karena memang harganya relatif lebih murah. Namun bagi beberapa orang yang masih ‘pemula’, biasanya mengalami kesulitan dalam memilih burung murai bakalan ini. Karena kita tidak tau bagaimana kualitas burung tersebut (tentu saja kicauannya karena burung berkicau yang dinikmati adalah kicauannya, dan murai bakalan belum mau berkicau). Berikut akan saya ceritakan sedikit pengalaman dari teman-teman kicau mania, bagaimana cara memilih murai batu bakalan.

Karena murai yang kita hadapi adalah bakalan, dan belum mau berkicau, maka salah satu cara untuk mengidentifikasi kualitasnya adalah dengan mengamati bagian-bagian tubuhnya. Usahakan cari yang berkaki hitam, karena biasanya memiliki mental yang bagus. Hindari murai batu yang memiliki warna kuku kelingking yang berbeda, karena biasanya memiliki sifat suka down saat di trek. pilih yang berekor panjang, tidak terlalu tebal, dan menyatu. Karena akan nampak indah jika dimainkan saat burung di trek. Hindari murai berekor cabanga atau gunting, karena memiliki mental yang kurang bagus. Kenapa harus diperhatikan mentalnya? Burung murai adalah burung petarung, jadi mental sangat berpengaruh pada penampilannya. Jika dipegang menjerit keras dan berusaha mematuk-matuk tangan kita, merupakan salah satu indikasi bahwa ia memiliki mental yang berani. Perhatikan matanya, hindari yang memiliki semacam bercak putih, karena bisa jadi itu merupakan pertanda awal katarak. Katarak berpeluang besar menyebabkan kebutaan. Bagaimana dengan usia? Burung muda memiliki kesempatan ‘berkarir’ lebih banyak. Amati rongga mulutnya. Semakin pekat warnanya semakin tua usia burung tersebut.

Kepala ceper, leher besar dan panjang, paruh sedang, garis hitam di dada agak keatas, usahakan yang setara dengan sayap, ekor tidak terlalu panjang, usahakan yang melengkung dari pangkal. Kretekannya keras dan padat. Merupakan pilihan yang bagus jika membeli murai bakalan. Hanya ini yang saya tau, dan yang bisa saya gunakan untuk berbagi.

bagi yang memiliki tips lagi, silakan ditambahkan…
kita diskusikan disini…

Nah, sedangkan  Doni Medan mengatakan:

Ukasan diatas udh manteb sekaleee,.. tetapi yang perlu juga diketahui bahwa di Medan sendiri gak pernah ada murai. asal kata murai medan mungkin dulunya sekali semua murai dari daerah sumatera utara dan NAD di kumpulkan di Medan di Pasar Burung jl. Bintang untuk kemudian dikirim ke pulau Jawa. Saat ini di Jl.Bintang kebanyakan murai batu yang berasal dari daerah NAD, Sementara dari SUMUT sudah sulit didapatkan. saya sendiri mulai memelihara Murai Batu sejak tahun 1997 baru dapat 1 ekor yang asli dari Pd.Sidempuan dan 1 ekor dari daerah marike(bahorok). Dan juga sebenarnya Asal Murai batu tidak menjadi patokan yang penting mental tarung dan kecerdasan.

Untuk mulai memelihara Murai batu sebenarnya kita harus tentukan dulu tujuannya, kalo hanya untuk mendengarkan kicauannya, mental tarung tidak jadi masalah yang penting gacor, tetapi kalo untuk lomba, nah ini yang mesti memperhatikan banyak hal dalam memilih dan perawatan yang intensif.

Maaf bukan mau menggurui tetapi hanya sekedar sharing. kalo salah mohon dikoreksi

Nah, kalau Pak Ismu:

yang jelas kalau milih murai batu bakalan pertama adalah yang sehat ditandai dengan seneng makan, bulu tidakkusam, mata terlihat cerah, gerakannya ringan dan tidak nabrak kurungan.
cara perawatan setelah dibeli (terpilih)
1. Jangan langsung dimandikan
2. Jangan dikasih jangkrik
3. Jangan dijemur
4. Beri minuman vatamin Bplex
5. Beri Kroto secukupnya yg dicampur
6. Beri krodong pd kurungan
7. Tempatkan burung di ruangan yang bersuhu hangat.
mudah2han jadi burung bakalan hidup……….
ok
wassalam
Ismu

Sumber : Tabloid Nova

Di sini sudah ada tips dari penghobi lain tentang murai batu.  Silahkan memberikan pendapat dan komentarnya barangkali Anda mempunyai masukan.

Disini saya akan mencoba menambahkan untuk memilih bakalan murai batu yang berekor panjang, atau murai batu medan super, atau untuk memperoleh anakan untuk keperluan lomba dan sebagainya, maka yang di perlukan adalah melihat dari mana bakalan tersebut di dapatkan.  Alangkah lebih baiknya jika Anda melihat langsung indukan jantan dan betinanya.  Dan satu lagi yang penting adalah kredibilitas sang peternak muray batu tersebut.  Kalau memang Anda sudah yakin akan kejujuran sang peternak, silahkan membeli hasil anakannya.  Anda bisa mencoba memelihara anakan dari peternak tersebut, apakah memang hasil anakannya sesuai dengan atau paling tidak mendekati indukannya.

Yang paling penting di perhatikan disini adalah tidak semua katurangan indukan akan di turunkan ke anakannya.  Bisa jadi anakan menjadi lebih jelek dari indukannya atau bahkan seperti pengalaman saya yaitu anakannya mempunyai ekor yang lebih panjang dari indukan jantannya.  Setelah saya amati, sang  indukan betina mempunyai ekor yang panjang yang membuat saya menarik kesimpulan bahwa hal tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa terjadi persilangan gen dari indukan jantan dan betina.  Jadi, kita juga tidak bisa sepenuhnya menyalahkan sang peternak bila hasil anakan yang kita ambil tidak sesuai dengan indukannya seperti yang di katakan peternak atau penjualnya.

Sebagaimana manusia atau hewan yang biasa kita jumpai dalam proses regenerasinya.  Tidak menutup kemungkinan, anakan tidak sama dengan indukannya.  Kenyataannya, banyak indukan yang sudah berprestasi tapi sebagian anakannya biasa-biasa saja dan sebaliknya, tidak jarang murai berprestasi lahir dari indukan murai batu yang biasa-biasa saja.  Karena ada banyak faktor yang mempengaruhi hasilnya.  Mulai dari perawatan, master, asupan gizi yang cukup dan sebagainya.  Tapi paling tidak, dari kesemuanya itu bisa kita tarik benang merahnya yaitu mengenal sang peternak, mencoba hasil anakan sang peternak tersebut, atau mencari informasi dari sang peternak.  Sebab, ada beberapa peternak yang menjadi terkenal karena hasil anakannya sudah terbukti moncer di lapangan.  Atau peternak yang sudah terkenal dengan hasil anakannya yang berekor panjang.  Nah, peternak-peternak seperti itu bisa kita jadikan referensi jika ingin mengambil anakan murai batu.

Ada lagi contoh kejadian seperti pembeli yang kecewa setelah membeli hasil anakan dari seorang peternak.  Setelah sekali mabung, panjang ekor anakannya tidak sama dengan dengan  panjang ekor indukannya.  Tapi sang pembeli tidak melihat terlebih dahulu bagaimana ekor murai batu tumbuh.  Padahal anakan murai batu tersebut baru sekali mabung, atau berumur sekitar 3 bulan.  Nah, disini kita harus mengetahui bahwa murai batu membutuhkan waktu sekitar 3 (tiga) kali mabung untuk proses tumbunya bulu ekornya tersebut.  Perpanjangan setiap mabung berbeda-beda setiap murai batu.  Ada yang hanya 1 (satu) cm hingga 3 (tiga) cm setelah mabungnya (ganti bulu).  Dalam ngurak pertama (kurang lebih 3 bulan), kedua (kurang lebih satu tahun lebih) dan yang terakhir di ngurak yang ke tiga atau pada usia sekitar 2,5 tahun.  Tak heran, kenapa murai batu ekor panjang memiliki harga yang tinggi karena untuk mencapai ekor yang maksimal, seekor murai batu memerlukan sekitar 2,5 tahun hingga 3 tahun untuk memiliki ekor yang maksimal.

Saya menuliskan beberapa pengalaman yang saya dapatkan selama memelihara murai batu.  Yang mungkin mempunyai pendapat dan masukan silahkan di share disini untuk bisa dijadikan pembelajaran bagi sesama penghobiis murai batu yang lainnya.

Nah, kalau untuk penjelasan perbedaan antara murai batu jantan dan betina dewasa, silahkan klik disini


Lihat tulisan lain di daftar isi disini..

Atau kalau mau menangkar murai batu, silahkan ke sini

Beli anakan hasil tangkaran di kita, silahkan disini

Tinggalkan Pertanyaan/komentar

About these ads
  1. dian ramdhani
    Maret 24, 2010 pada 4:16 am | #1

    pak saya mau tanya,kalau kukunya panjang ( kuku burung murai batu ) boleh di potong. apa kalau di potong nanti tidak kenapa napa ( stres, macet berkicau )

    trims

    dhani

    • Maret 29, 2010 pada 10:39 am | #2

      Kuku murai batu bisa di potong apabila terlalu panjang atau sudah kelihatan mengganggu aktivitas murai batu. Untuk memotong kuku murai batu bisa menggunakan potongan kuku yang biasa kita pakai atau menggunakan cutter. Yang perlu di perhatikan dalam pemotongan kuku ini adalah batas kuku yang di potong. Jangan sampai terkena pembuluh darah di kuku.

  2. andly_syh
    April 20, 2010 pada 3:15 am | #3

    sedikit saya tambah kalau ada orang yang mengatakan murai medan ngak ada itu ngak bener.”maa” seperti om dodi mengatakan saya sangat tidak setuju sekali. saya sejak tahun 1986 sudah tau burung murai batu dan ayah saya pemikat burung tersebut,dan saya asli orang medan yang tinggal di pematang siantar.coba om doni cari dech di daerah hutan simarjarung dekat danua toba di situ masih banyak murai batu.mksh

    • Mei 12, 2010 pada 4:52 pm | #4

      Tidak apa-apa mas. Disini kita berdiskusi dan bertukar pikiran semua tentang murai batu.
      Agar semua bisa bermanfaat bagi teman-teman murai mania yang lain :D

    • Lubis_Ch
      April 3, 2013 pada 1:09 pm | #5

      Itu mah bukan MB Medan, tapi MB Siantar atau Simalungun.

  3. Subra
    Mei 12, 2010 pada 8:57 am | #6

    Salam,
    Name saya subra,saya adalh peninat bele murai batu,tapi selalu menhadapi masala MATA BENGKAT and mati sudah kedat 20 ekor lebih saya bele semua mehapati masala yang sama.Apa rawatan nya.Berapa kali patut kena mandi dalam seminggu?
    Tolong beri tips.
    Terima kasih

    • Mei 12, 2010 pada 4:51 pm | #7

      maaf mas, saya kurang mengerti maksud mas untuk myang mata bengkat.
      Tapi kalau murai batu idealnya setiap hari klo bisa dimandikan.
      Tapi biasanya saya turuti burungnya saja, mau mandi atau tidak.
      Tinggal murai batunya dimasukkan ke dalam keramba mandi.
      mungkin temen-temen yang lain mau menambahkan pendapatnya :D

  4. Subra
    Mei 13, 2010 pada 2:26 pm | #8

    maksud saya yelah sekeling mata jadi lebang(Bengkat)and keluar air.

  5. Mei 14, 2010 pada 4:32 am | #9

    Kalau kasus murai batu yang seperti ini belum pernah ngalami, om.
    Coba masuk http://kicaumania.org . Disana di bahas tuntas tentang semua penyakit yang di alami burung salah satunya murai batu.

  6. arifin
    Juni 20, 2010 pada 7:59 am | #10

    saya beli burung murai tpi kondisi ngurak jdi sulit membedakan jantan betina trus kemarin waktu buluX mw tumbuh saya adu tpi ngeleper kayak mw trebang sayapnya direntangkan,.,.
    apakah burung tersebut betina ,,?
    trimakaih

    • Juli 2, 2010 pada 9:36 am | #11

      waduh, klo gak ada fotonya agak susah membedakan murai batu jantan dan murai betina..
      coba di tunggu sampai kelar mabungnya aja om..

      Thanks

    • yani
      April 8, 2012 pada 2:49 pm | #12

      mudah aja om..murai betina bulu hitamnya kusam mcm abu2 gak berkilat…sayap kiri kanan pada bulu kecil ada bintik2 sdkt…..

  7. alfan jauhari
    Juli 28, 2010 pada 9:38 am | #13

    mau tanyak? lebih bagus mana (untung dan ruginya), hasil ternakan atau hasil tamgkapan alam?

    • Juli 29, 2010 pada 4:35 pm | #14

      waduh, semua ada sisi positif dan negatifnya, om..
      Kapan-kapan saya buatkan artikel tentang ini yha..
      Tapi kalau tidak salah, di tabloid agrobur sudah pernah memuat tentang tema ini, om..

      Terima Kasih..

  8. Zenda
    Agustus 28, 2010 pada 6:16 am | #15

    sy ingin mempunyai burung murai batu anakan, kira-kira berapa harganya dan bagaimana cara memdapatkananya

  9. dahlan
    September 20, 2010 pada 6:52 am | #17

    saya kerja di medan, home base di bandung, bolak-balik medan-bandung 2-4 minggu sekali.
    saya bermaksud jual beli murai medan dengan cara membeli dari medan kmudian dijual di bandung.
    dimana saya mendapatkan murai medan di kota medan?
    bagaimana cara membawa murai medan melalui pesawat?

    makasih

  10. irvan
    November 20, 2010 pada 2:14 am | #19

    masss; pak… saya penggemar murai batu.. tolong dong di kasih penjlasan tentang tips memilih murai medan.. karana saya sering bgt tertipu oleh pedagang2…..

  11. November 21, 2010 pada 1:22 pm | #20

    Coba di sini om:
    http://refreshindonesia.com/muraibatu/?p=5 ada beberapa yang saya update tambahannya.

    Terima Kasih

  12. ardi
    Desember 2, 2010 pada 2:55 pm | #21

    saya baru beli bakalan murai lahat (kata penjual) yg sya tanyakan kok dah 3 hari tempat air minum ga kelong (msh utuh) dan jg saya kasih kroto campur voer lembut ga mau dimakan 1 hari kira2 knp ya om? trus blh ga kita semprot dan panasin setelah 3 hari saya beli? kira2 voer yg sesuai untuk bakalan murai apa ya om?
    mohon tipsnya.
    terima kasih, salam dari penghobi murai

  13. ardi
    Desember 2, 2010 pada 3:03 pm | #22

    mau tanya om dari semua jenis murai mana yang paling bagus?
    trims

  14. ardi
    Desember 2, 2010 pada 3:10 pm | #23

    untkharga yg murai jenis manayg hrganya tinggi (mahal)?
    tlg urutkan dr yg plg mahal.
    trims

  15. ardi
    Desember 3, 2010 pada 3:24 pm | #24

    saya baru beli bakalan murai lahat (kata penjual) yg sya tanyakan kok dah 3 hari tempat air minum ga kelong (msh utuh) dan jg saya kasih kroto campur voer lembut ga mau dimakan 1 hari kira2 knp ya om? trus blh ga kita semprot dan panasin setelah 3 hari saya beli? kira2 voer yg sesuai untuk bakalan murai apa ya om?
    mohon tips dan penjelasannya
    terima kasih, salam dari penghobi murai

  16. Desember 11, 2010 pada 4:13 am | #25

    Gan bantu ane donk , saya mau beli MB Medan sepasang
    Klo ada boleh mail sy gan di yeeanox@yahoo.co.id

    thanks gan

  17. Desember 11, 2010 pada 8:56 am | #26

    Salam kenal.

    Saya koq merasa jengah dengan penggunaan istilah Murai Batu Medan.
    Kenapa harus menipu diri dan orang lain dengan penggunaan istilah yang sebenarnya menyesatkan.
    Bukankah dengan sharing seperti ini, kita mau menyadari adanya informasi yang salah dan mau meluruskan informasi tersebut.

    Salam kicau.

  18. roy
    Juli 6, 2011 pada 5:50 am | #27

    saya mau beli burung murai kasih tips nya dong buat harian<<<

  19. ronald
    Agustus 23, 2011 pada 3:58 pm | #29

    saya sering sekali beli murai bahan tapi selalu saja tidak berhasil atau mati..
    saya ingin tau bagaimana sie taunya kalau burung itu sehat dan tidak akan mati soalnya saya capek banget kalau mati terus dan kemarin saya dapat burung murai dari kalimantan tapi kenapa begitu sampai dijakarta burungnya sperti tidak bersemangat hidup dan mati lagi padahal waktu dikalimantan burung itu baik2 saja..
    saya minta petunjuknya..

    • Agustus 25, 2011 pada 4:07 am | #30

      Coba sharing di Forum Murai Batu Indonesia di sini om:
      http://muraibatu.org/index.php?board=3.0
      semoga teman-teman ada yang memberi masukan dan solusi..

    • maswan
      September 10, 2011 pada 1:38 am | #31

      ini cerita pengalaman saya.. lebaran tahun 2011 ini saya bawa murai batu dari solok sumatra barat ke jakarta, naik mobil. alhamdulillah selamat sampai di jakarta. Caranya ga susah kok.. murai batu saya letakkan dikandang seperti biasa, jangan lupa kandang di kerudung dan tetap diisi air serta makanan voer. Diperjalanan tak lupa saya membeli jangkrik. Sebelum berangkat murai batu saya beri makan 5 ekor jangkrik.. Serta sore hari ketika istirahat juga saya beri burung murai kesayangan saya ini 5 ekor jangkrik. Walaupun kadang burung ini berterbangan kesana kesini di dalam kandang (maklum baru pertama kali burung ini naik mobil) karena goncangan mobil, setelah beberapa jam dia bisa tenang frekuensi melompat dan berterbangan dalam kandang mulai berkurang. Selama dalam perjalanan setiap isi bensin kondisi burung selalu saya periksa. Perlu diketahui murai batu ini adalah hasil tangkapan jadi bukan hasil anakan dan masih cukup liar.
      Kini setelah hampir 15 hari di rumah saya, mulai jinak dan bisa beradaptasi. Tinggal menunggu kapan kicauan merdunya saya dengar,… Maklum usia murai batunya masih muda……

    • zepoww
      Maret 27, 2012 pada 3:46 am | #32

      hati2 burung yg bgtu biasanya burung pancingan klo mati coba cek dlmnya pasti ada pancing

    • zepoww
      Maret 27, 2012 pada 3:47 am | #33

      hati burung pancingan om

  20. September 22, 2011 pada 4:36 pm | #34

    asalamualaikum, pak, saya punya murai batu yang saya dapatkan di daerah tempat saya tinggal, dapat dari perangkap jaring yang saya pasang,. tepatnya di tanjungpinang, kepulauan riau, sumatera utara,.. kata temen saya yang biasa ikut lomba, burung yang saya dapatkan itu bagus, ciri2nya ekor panjang sekitar 20-30cm dan bercabang, body besar dengan panjang sesuai, bahkan teman saya itu mau beli dengan harga 1,2 jt (belum ngepur) tapi ga saya jual, saya pelihara sendiri, sekarang sudah berjalan 4 bulan,. sudah rajin bunyi tapi ga mau buka,,. (padahal saat dihutan suarannya bisa terdenar hingga 200m) dan kalau saya turunkan dari gantangan ketika mau kasih makan/mandikan/jemur, burung selalu nabrak2 dinding, seolah2 takut dn ga mau jinak2,.. saya coba adu dengan murai yang juga belum gacor, mau bunyi tapi pelan dan ga main,. (diam aja/ga bergerak). nah, bagaimana menjinakkan burung ini dan bagaimana agar burung ini mau buka ketika dirumah ataupun saat ditandingkan??

    • September 10, 2012 pada 3:28 am | #35

      ass……
      sabar adalah awal keberhasilan setiap kicau mania(penghobies burung)dan tidak lupa juga rutin dan konsisten dengan perawatannya.4 bulan bs bunyi ngeriwik itu sudah luar biasa kalo menurut saya soalnya tidak jarang penghobies yg lain boro2 4 bulan 2 atau 3 minggu aja burung itu bisa innalillahi alias mati…hehehe!sedikit tips dari saya,dengan dasar di atas(sabar,rutin dan konsisten)pelajari karakter burung itu pun sangat penting sebab setiap burung yg 1 dngn yg lain sdh pasti berbeda.dengan cara gantung di tempat yang ramai atau sering di lewati orang salah satu cara saya untuk supaya burung bs beradaptasi dengan manusia dan lingkungan tapi dengan catatan jangan terlalu memaksakan,dalam arti kalo di paksakan di gantung di tempat ramai tapi karakternya tetep ngamuk dan nabrak,yang di khawatirkan bukannya adaptasi yang ada malah paruh burung rusak dan itu merepotkan lagi.tapi yang pasti burung akan mengeluarkan suara keras apabila burung sudah bisa beradaptasi,sehat dengan kesabaran dan perawatannya…mohon maaf ya om,sekedar berbagi aja..hehe wassalam

  21. September 28, 2011 pada 8:03 am | #36

    Gan numpang Sharing, gan tolong masukannya? saya dulu membeli murai batu medan masih bakalan umur 2 bln pd bulan maret th 2011 sepasang, rencana sih mau buat indukan, setiap kali saya menggantang sangkarnya selalu saya dekatkan dengan tujuan agar cepat berjodoh bahkan dalam sehari murai tersebut saya kasih jangkrik 8 ekor pagi sore dan kroto 2 hari sekali mandi jemur 2 hari sekali, akan tetapi sampai sekarang belum berjodoh padahal umur murai medan tersebut sudah berumur lebih kurang 8 bln, mohon masukannya agar murai saya bisa cepat berjodoh? mksh gan sharingnya.

    • September 28, 2011 pada 9:48 am | #37

      zaki kurniawan :

      Gan numpang Sharing, gan tolong masukannya? saya dulu membeli murai batu medan masih bakalan umur 2 bln pd bulan maret th 2011 sepasang, rencana sih mau buat indukan, setiap kali saya menggantang sangkarnya selalu saya dekatkan dengan tujuan agar cepat berjodoh bahkan dalam sehari murai tersebut saya kasih jangkrik 8 ekor pagi sore dan kroto 2 hari sekali mandi jemur 2 hari sekali, akan tetapi sampai sekarang belum berjodoh padahal umur murai medan tersebut sudah berumur lebih kurang 8 bln, mohon masukannya agar murai saya bisa cepat berjodoh? mksh gan sharingnya.

      uda ngurak apa belum gan? ngurak total maksudnya..
      coba sharing juga di http://www.muraibatu.org gan.. :)

  22. September 29, 2011 pada 5:08 pm | #39

    ASS..GAN SAYA PUNYA MURAI BATU JANTAN DH 2 TAHUN DIPELIHARATAPI MSIH AGAK LIAR DAN LUM MAU DI ADU KENAPA Y??
    DAN GI MN CARA MERAWAT NYA AGAR MAU DI ADU?:p

  23. Desember 7, 2011 pada 5:42 am | #40

    Makasih buat infonya… kebetulan sy lagi nyari2 murai bakalan nih.. coz burung ini adalah salah satu favorit sy..

  24. abdi
    Desember 14, 2011 pada 3:39 am | #41

    gan mau tanya nieee mb aku uda 2 blan ni nga sengaja ekornya kecabut waktu mau terbang dari kandang,,,,gimana buat supaya cepat tumbu tu ekornya gannnn///

  25. Rio
    Desember 22, 2011 pada 1:57 pm | #42

    gan mau tanya saya pnya mb umurnya bru 7 bln sya ambil dr hsl penangkaran mb sya udh rajin ngriwik,,kira2 umur brapa y suara ngeplong bsa keluar,,,sempat saya track mb saya bsa ngeplong,,,,,apa memang hrs di track bru bsa ngeplong???

  26. asef
    Desember 25, 2011 pada 11:14 am | #43

    berapa lama mb bisa ngeplong suaranya setelah mabung ke 2..mb sy baru selesai mabung.

  27. arief
    Desember 27, 2011 pada 8:24 am | #44

    salam kenal untuk semuanya, saya ingin tukar pengalaman saya tentang MB. Biasanya MB akan ngeplong rata-rata sekitar 4 bulan-2minggu. Itu yang pernah saya amati selama ini.

  28. arief
    Desember 27, 2011 pada 8:31 am | #45

    Mungkin ada benarnya juga bahwa MB yang paling ciamik berasal dari medan. Tetapi tidak kalah bagus juga MB yang berasal dari NAD ataupun Jawa. Tapi ada mb dari borneo juga, kelemahan mb borneo berbuntut pendek dan diatas kepalanya ada semburat bulu berwarna putih serta bulu dadanya cenderung berwarna kuning kunir. Kicauan MB borneo bisa dibilang kurang bervariatif tetapi jiwa bertarungnya sangat agresif sekali.
    Sekedar info saja bahwasannya MB betina mempunyai kicauan yang lumayan bagus juga. Ini terbukti dari koleksi yang saya punya.

    THX

  29. Januari 6, 2012 pada 4:01 pm | #46

    salam kenal saya pemula penikmat burung.
    mau tanya gmn cara membedah.kan mb jantan dan mb cewek lo msih anakan/gropyok..??
    trims

  30. Januari 9, 2012 pada 5:08 am | #47

    salam kenal buat mb mania(salaman)
    ..saya termasuk pemula mmelihara mb,mhn masukan dari mb mania,,,
    saya baru beli mb umur 1bln,,pertanyaan saya;apakah mb saya harus dkasih mkn jangkrik 3x shari(pagi,siang,sore),klo memang harus..berapa ekor jangkrik tiap memberi makan mb saya?
    thanks brow mania sbelumx :)

  31. Januari 27, 2012 pada 4:41 am | #48

    jualmuraibatu :
    maaf mas, saya kurang mengerti maksud mas untuk myang mata bengkat.
    Tapi kalau murai batu idealnya setiap hari klo bisa dimandikan.
    Tapi biasanya saya turuti burungnya saja, mau mandi atau tidak.
    Tinggal murai batunya dimasukkan ke dalam keramba mandi.
    mungkin temen-temen yang lain mau menambahkan pendapatnya

    • Januari 27, 2012 pada 4:44 am | #49

      trus gmana ya langkah untuk prawatan murai tersebut klo udh terlanjur di beri jangkrik dan langsung dimandikan??????????

      • poel
        Februari 3, 2012 pada 10:18 am | #50

        Sya punya MB yg saya rawat dari kecil sekarang bru umur 3 bulan sukur udah ngeplong walau jarang,,,,,yg saya tanyakan baguskah kalau sering saya kasih belalang,,,,,makasih

  32. hendry
    Februari 21, 2012 pada 2:00 pm | #51

    saya punya MB, matanya biru sebelah
    bagai mana cara mengobatinya pak?

  33. Februari 26, 2012 pada 8:35 am | #52

    maaf mau nanya,cara merawat piyikan murai batu yg berumur 5 hari-1 bln gimana yaa??? dlm 1 hari piyikan murai batu sekali memberi makan berapa kali [khususnya umur 5 hari-15 hari]?????trim’s atas infonya

  34. Februari 26, 2012 pada 6:31 pm | #53

    bagaimana cara nerawat murai batu yg bagus dan brnar pak

  35. ki Awi
    Februari 27, 2012 pada 8:30 am | #54

    BANG…umur murai batu yang paling bagus berapa kicauan…dan umumnya murai batu paling tua nyampe umur berapa

  36. ki Awi
    Februari 27, 2012 pada 8:32 am | #55

    satu lagi bang…saya punya MB medan…beli dah jadi…unutk kontest…kalau dideketin ama jalak suren yang keras kicauannya gimana

  37. siewah
    Maret 11, 2012 pada 5:12 am | #56

    gan salam kenal,sya minat miara murai batu bisa tolong bantu gan.

  38. roon
    Maret 11, 2012 pada 4:56 pm | #57

    gan saya mau tanya cara membedakan trorolan murai batu betina medan dan bukan betina medan gimana yaaaa?????

  39. ruspiana
    Maret 15, 2012 pada 1:37 pm | #58

    Biar Cepet jinak dan cepet bunyi kalo muray lampung super bakalan,bagaimana caranya?

  40. chandra
    April 1, 2012 pada 2:23 am | #59

    om saya mau tanya sehabis burung di mandikan/dijemur lalu di kerodong di tempat yang ber atap asbes bisa tahan gak om

  41. chandra
    April 1, 2012 pada 2:30 am | #60

    chandra :
    om saya mau tanya sehabis burung di mandikan/dijemur lalu di kerodong di tempat rumah loteng(tingkat) yang ber atap asbes apa kira-kira bisa tahan gak om

  42. April 17, 2012 pada 5:58 am | #61

    kepingin anakan murai batu medan dmn tempatnya ya,,,,

    • priyo
      Juni 10, 2012 pada 3:17 pm | #62

      disurabaya banyak gant, tepatnya d pasar kupang

  43. April 17, 2012 pada 6:01 am | #63

    kepingin beli anakan murai batu medan dmn tempatnya ya,,,, yang lokasinya di jakarta barat,,,

  44. arifin
    April 26, 2012 pada 9:51 am | #64

    saya bli muray batu tpi hampir 8 bulan belum berkicaw lepas da belum mabung……gimanah cara mengatasi itu y…..???

  45. vendi
    April 27, 2012 pada 2:18 am | #65

    mas…saya mau tanya….knp mB saya klu denger suara kacher kok jd males kicau ya ???? trims…

  46. nurisman
    April 27, 2012 pada 4:00 am | #66

    om sya mo tanya sya bli murai bkalan hutan, dah hampir 5 bulan nga mo jinak.kira2 resep apa yg harus sya lakukan biar burung mau jinak dan berkico .sebelumnya saya ucapkan banyak2 trimakasih.

  47. Mei 7, 2012 pada 7:13 am | #67

    qlo burung medan pancingan gmna tuh bang apa bisa hidup yaaa?

  48. handry jogja
    Juni 13, 2012 pada 1:40 pm | #68

    sy pnya murai batu medan harga 1,5 ada yg mau

  49. bagaz
    Juni 24, 2012 pada 12:03 am | #69

    GMN SIE BELI BURUNG MURAI BATU

    • Agustus 23, 2012 pada 6:00 am | #70

      mantab suatu ilmu yg berarti

      Martupa Sidebang :
      Kebetulan saya lagi coba menampung dan melatih Murai Batu asal Simalungun (daerah Dataran hutan tua Tinggi Raja Negeri Dolok), ekor panjang kombinasi 4 hitam 8 putih. Mudah-mudahan sudah mulai dilirik peminat burung Murai di Medan dan Jakarta. Sekedar info, panjang ekor +/_ 25 s/d 28 cm.

  50. joev_aritonang
    Juni 28, 2012 pada 1:46 pm | #71

    thnx banget atas infonya……………..

  51. Martupa Sidebang
    Juli 13, 2012 pada 10:35 pm | #72

    Kebetulan saya lagi coba menampung dan melatih Murai Batu asal Simalungun (daerah Dataran hutan tua Tinggi Raja Negeri Dolok), ekor panjang kombinasi 4 hitam 8 putih. Mudah-mudahan sudah mulai dilirik peminat burung Murai di Medan dan Jakarta. Sekedar info, panjang ekor +/_ 25 s/d 28 cm.

    • coji
      September 9, 2012 pada 10:35 am | #73

      Posisi di mn ya?harga ny brp?sy jg di simalungun,tq

  52. hendro
    Juli 26, 2012 pada 5:50 am | #74

    om,murai lampung biasa tu isian gak?kulitas murai lmpung biasa gmn?

  53. September 14, 2012 pada 12:13 pm | #75

    ada ya mau murai batu bakalan?? harganya 250 rb lokasi pasar sukahaji bandung..

  54. heldi
    Oktober 26, 2012 pada 12:57 pm | #76

    mas… klo suara kretekan MB nya ngg ada , gmn tu mas?

  55. November 18, 2012 pada 2:34 am | #77

    ada yg jual gx murai batu yg harga sekitar 100000 bakal gx papa daerah ponorogo

  56. iaya sopian
    Februari 10, 2013 pada 10:57 am | #78

    makasih sudah berbagi pengalaman,sy sangat senang sudah tau cara merawat murai batu bakalan,karna sy sangat pemula .

  57. April 13, 2013 pada 8:57 am | #79

    joooos

  58. feri
    Mei 12, 2013 pada 1:07 pm | #80

    nama saya feri, mau beli anakan medan super, gimana carax bedakan betina sama jantan,
    tanks

  59. Peternakan burung
    Mei 21, 2013 pada 11:59 pm | #81

    ass….
    Kami ingin menawarkan kepada Anda para
    kicau mania..
    yang ingin mencari burung kicauan untuk
    di kembangbiakan..
    atau yang hanya ingin sekedar hobi dengan
    harga..
    yang relatif terjangkau dan kwalitas terbaik.

    Semua burung yang kami jual adalah hasil
    ternakan kami sendiri…
    jadi untuk kwalitas, kami jamin burung
    kami siap untuk di adu.
    untuk masalah harga
    atau jenis burung murai batu medan
    semuanya sudah terdaftar
    dan pembeli wajib menawar
    bagi pencinta/hobi burung….
    yang berminat & serius silahkan…
    telpong langsung supaya Lebi
    jelas :0819-3440-1199

    COD:
    Alamat : Jakarta pusat. Jalan jendral gatot subroto Blok B no 42.

    bagi yg di luar kota/daerh
    Untuk pengiriman…
    kami biasa menggunakan tiki/jne cargo
    pengiriman udara (garuda atau lion air)
    lama pengiriman 1hari tergantung wilayah
    yang di tuju.

    burung murai batu medan anakan sepasang
    harga;2.400.000
    sudah termasuk ongkos kirim
    jika anda berminat CALL/SMS:
    0819-3440-1199

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 35 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: