Beranda > Tentang Penangkaran Murai Batu, video murai batu > Jangan Sampai Anakan Murai Batu Salah Makan

Jangan Sampai Anakan Murai Batu Salah Makan

Memang tidak mudah untuk menghasilkan anakan murai batu.  Di perlukan kesabaran dan ketelatenan yang besar untuk menjodohkan dan menangkarkan burung yang bersuara merdu tersebut.  Menetasnya telur merupakan kepuasan tersendiri saat beternak burung ini.

Akan tetapi, setelah anakan di panen seusia semingguan, maka permasalahan tidak serta merta habis.Ada banyak hal yang harus di lakukan sang peternak agar anakan bisa besar hingga paling tidak mampu makan sendiri.  Pada saat itulah menjadi saat-saat yang paling genting.  Bila salah memberi makan, maka anakan tidak hanya akan sakit melainkan juga bisa akan mati.

Di usia sekitar satu bulan kurang, anakan murai sangat rentan sakit bahkan mati bila penanganannya salah.  Di artikel ini saya mencoba berbagi pengalaman kepada Anda semua saat saya salah memberi makan pada anakan murai batu.   Pada saat itu, kebetulan saya berada di luar kota.  Pemberian pakan pun saya pasrahkan ke orang lain yang belum berpengalaman.

Akhirnya, setelah beberapa hari saya pulang anakan murai batu yang satu sudah melemas dan kurus kering.  Setelah saya tanyakan, ternyata anakan tersebut sudah di berikan voer kering pada wadah pakannya. Padahal, anakan tersebut masih harus di berikan voer halus yang di campur kroto.  Maka tidak mengherankan apabila anakan murai batu menjadi sakit dan akhirnya mati.

Kebetulan, saat anakan murai batu tersebut mau mati saya sempat mendokumentasikan agar bisa di jadikan pengetahuan dan pengalaman buat penghobiis murai batu.  Bila Anda sedang ingin bepergian ke luar kota dalam jangka waktu yang lama, pasrahkan kepada orang yang berpengalaman.  Berikan penjelasan secara detail agar tidak terjadi hal seperti ini.  Semakin jelas langkah demi langkah saat memberikan pakan akan semakin baik.

Berikut video anakan murai batu yang sakit akibat salah makan tersebut.  Pada saat sakit, saya langsung memindahkan ke sangkar khusus yang saya kerodong dan saya beri lampu penghangat.  Saya berharap dia tidak begitu kedinginan dengan adanya lampu tambahan tersebut.  Dia masih mau makan kroto saat itu. Awalnya saya kira anakan tersebut masih bisa tertolong.  Namun akhirnya, setelah seharian penuh salah satu anakan mati yaitu yang jantan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: